Prodi THP | Teknologi Hasil Perikanan – FPIK UBT
Logo THP UBT

Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,
Universitas Borneo Tarakan

Mengolah Kekayaan Laut Perbatasan Menjadi Produk Berkelas Dunia

Sebagai program studi termuda di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan (UBT), Program Studi S1 Teknologi Hasil Perikanan (THP) resmi berdiri pada tahun 2018. Meski masih tergolong baru, prodi ini hadir dengan semangat dan visi yang matang: menjawab tantangan hilirisasi sektor perikanan di Kalimantan Utara—sebuah wilayah dengan potensi tangkapan dan budidaya yang melimpah, namun masih membutuhkan sentuhan teknologi pengolahan dan pengawetan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.

Terletak di Kota Tarakan, pulau yang menjadi pintu gerbang perdagangan Indonesia bagian timur utara, prodi THP UBT berada di episentrum kebutuhan industri perikanan modern. Berdiri pada era revolusi industri 4.0 dan transformasi digital di sektor pangan, prodi ini tidak hanya mengajarkan pengolahan tradisional, tetapi juga membangun generasi technopreneur yang mampu mengubah ikan, udang, rumput laut, dan komoditas perairan lainnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, aman pangan, serta berorientasi ekspor.

⚓ Mengapa Teknologi Hasil Perikanan di Tarakan? Sebuah Keniscayaan

Keberadaan prodi THP di Tarakan bukanlah kebetulan. Kalimantan Utara memiliki garis pantai yang panjang dan produktivitas perikanan yang tinggi, mulai dari perikanan tangkap skala besar hingga budidaya rumput laut dan kepiting bakau yang menjadi unggulan daerah. Namun, selama bertahun-tahun, sebagian besar hasil perikanan masih diekspor dalam bentuk mentah (raw material) ke luar daerah, bahkan ke negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina. Nilai tambah yang hilang cukup besar.

Melihat kesenjangan inilah, Universitas Borneo Tarakan melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan mendirikan prodi THP pada tahun 2018. Tujuannya mulia: mencetak lulusan yang mampu menggerakkan sektor pengolahan perikanan lokal, menciptakan produk unggulan berdaya saing, mengurangi ketergantungan pada pengolahan di luar daerah, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat perbatasan.

📘 Kurikulum Inovatif Berbasis Riset dan Kewirausahaan

Sebagai prodi baru, kurikulum THP UBT dirancang modern dan fleksibel, mengakomodasi perkembangan ilmu pangan terkini serta kebutuhan industri lokal dan global. Fokus utama pembelajaran meliputi:

  • Kimia dan Biokimia Hasil Perikanan: Memahami komposisi, sifat fungsional, dan proses pembusukan ikan secara molekuler.
  • Teknologi Pengawetan dan Pengolahan: Mempelajari metode pendinginan, pembekuan, pengeringan, pengasapan, fermentasi, pengalengan, hingga high-pressure processing.
  • Mikrobiologi dan Keamanan Pangan: Identifikasi mikroba patogen maupun pembusuk, HACCP, serta sistem jaminan halal dan mutu.
  • Rekayasa Proses dan Kemasan: Teknik pengemasan vakum, modified atmosphere packaging (MAP), hingga pengembangan kemasan ramah lingkungan.
  • Pengembangan Produk dan Strategi Pemasaran: Dari riset pasar, pembuatan produk inovatif (bakso ikan rumput laut, kerupuk kepiting, abon tuna, sosis ikan), hingga digital marketing dan ekspor.

Karena didirikan pada tahun 2018, prodi THP UBT juga mengintegrasikan teknologi digital dalam proses belajar, seperti sensor pintar untuk monitoring kesegaran ikan, sistem rantai dingin berbasis Internet of Things (IoT), serta aplikasi manajemen mutu daring.

2018
Tahun Berdiri
#Technopreneur
Kewirausahaan Berbasis Teknologi
100%
Praktik Lapangan & Industri
HACCP
Sistem Keamanan Pangan
🏭 Praktik Langsung di Kawasan Perbatasan

Mahasiswa THP tidak hanya belajar di laboratorium. Mereka langsung terjun ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tarakan, sentra pengasapan ikan tradisional, UMKM olahan rumput laut, serta pabrik es dan cold storage di kawasan industri perikanan Tarakan. Kunjungan lapangan rutin dilakukan juga ke Kabupaten Nunukan dan Malinau untuk mempelajari variasi komoditas perairan tawar.

Laboratorium THP UBT, meskipun masih terus berkembang, telah dilengkapi dengan peralatan dasar untuk uji mutu kimia, mikrobiologi, dan organoleptik. Sinergi dengan Balai Besar Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BBPMHP) di Samarinda serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengakses peralatan canggih serta magang industri.

🔬 “Teknologi Mengolah, Perikanan Berdaya Saing” — Jiwa THP UBT
👩‍🔬 Dosen Muda Penuh Energi, Kolaboratif, dan Terhubung Jaringan

Sebagai prodi baru, tim dosen THP UBT didominasi oleh para akademisi muda lulusan program magister dan doktor dari universitas terkemuka di bidang teknologi pangan, perikanan, dan biokimia. Meskipun masih minim pengalaman puluhan tahun, mereka memiliki semangat pembaruan, koneksi ke dunia industri perikanan nasional, serta keterbukaan terhadap inovasi lintas disiplin. Dosen THP juga aktif mengajak mahasiswa dalam kegiatan riset terapan, seperti pemanfaatan limbah kepala udang menjadi kitosan, atau pembuatan edible coating dari alginat rumput laut lokal untuk memperpanjang masa simpan ikan segar.

🎯 Lulusan Masa Depan: Penggerak Industri Olahan Perikanan Perbatasan

Karena baru berdiri pada 2018, prodi THP UBT saat ini tengah memasuki fase meluluskan angkatan-angkatan awal. Para lulusan THP disiapkan untuk menjadi:

  1. Quality Control / Quality Assurance di industri pengolahan perikanan, cold storage, atau eksportir produk laut.
  2. Wirausaha muda produk olahan perikanan (technopreneur) yang menciptakan produk khas Tarakan dan Kalimantan Utara.
  3. Pengawas mutu dan keamanan pangan di Dinas Kelautan dan Perikanan, BPOM, atau lembaga sertifikasi halal.
  4. Peneliti dan pengembang produk di lembaga riset perikanan dan kelautan.
  5. Manajer rantai dingin dan logistik perikanan di perusahaan pelayaran, bandara, atau pelabuhan perikanan.
🌊 Menatap Masa Depan: Prodi Muda dengan Ambisi Besar

Pada tahun 2018, ketika prodi THP UBT pertama kali membuka pintu pendaftaran mahasiswa baru, sekelompok pemuda dan pemudi Tarakan dan sekitarnya memilih untuk menjadi pionir. Mereka belajar di laboratorium sederhana, dengan keterbatasan alat, namun tidak terbatas dalam mimpi. Hari ini, prodi ini terus bertumbuh: menambah fasilitas, memperluas kerjasama, dan melahirkan lulusan yang mulai menunjukkan taringnya di dunia usaha dan birokrasi.

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas Borneo Tarakan bukan sekadar tempat belajar pengolahan ikan. Ia adalah gerbang transformasi ekonomi perikanan masyarakat perbatasan. Dengan semangat “dari perbatasan untuk dunia,” prodi muda berusia tahun 2018 ini bertekad menjadikan Kalimantan Utara sebagai lumbung produk olahan perikanan yang halal, bermutu, dan berdaya saing global.

⤚ ⤛ ~ 🐟 ~ ⤜ ⤙
“Teknologi Mengolah, Perikanan Berdaya Saing”
Scroll to Top