Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk “BIMA 2025”. Kegiatan yang dihelat di Kampung Empat, Tarakan pada Sabtu, 5 Oktober 2025 ini berfokus pada penerapan teknologi rekayasa hormonal untuk mempercepat pemijahan ikan air tawar, dengan tujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas benih ikan.
Program ini merupakan hasil dari perolehan hibah kompetitif nasional BIMA dari Kemendikbudristek RI. Ketua pelaksana, Rukisah Saleh, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi antara BEM FPIK, BEM Fakultas Ekonomi, dan BEM Universitas. Hibah ini dirancang untuk mendorong mahasiswa menciptakan program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berbasis riset.

Rukisah memaparkan bahwa teknologi yang diperkenalkan melibatkan penyuntikan hormon untuk mempercepat kematangan gonad (sel telur dan sperma) ikan. Metode ini memungkinkan induk ikan memijah lebih dari empat kali dalam setahun, jauh lebih efisien dibandingkan cara alami yang hanya satu hingga dua kali. Efisiensi ini diharapkan dapat mendongkrak produktivitas pembudidaya ikan.
Dosen pendamping, Gloria Ika Satriani, menambahkan bahwa teknik ini terbukti meningkatkan tingkat keberhasilan pembuahan hingga 90%, lebih tinggi dari metode alami (60-70%). Program ini akan berjalan hingga akhir 2025 dengan pendampingan berkelanjutan dan evaluasi untuk memastikan keberhasilan dan kemandirian mitra masyarakat.
Dukungan antusias datang dari kelompok pembudidaya ikan (pokdakan). Edi Suharyanto dari Pokdakan Raja Ikan mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan benih dari luar daerah, yang selama ini menjadi komponen biaya produksi terbesar. Ia berharap bimbingan teknis seperti pemilihan induk dan manajemen pakan dapat terus berlanjut hingga kelompoknya benar-benar mandiri. (KT_07)


