๐ Mahasiswa dan Dosen FPIK UBT Ikuti STABLE H2O Summer School 2026 oleh IPB University
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional pada kegiatan STABLE H2O Summer School 2026 bertajuk Building Resilience from Highland to Ocean (H2O): The Role of Nature-Based Solutions in Supporting a Sustainable Blue Economy. Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari di IPB University ini mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mempelajari penerapan Blue Economy yang berkelanjutan.
Program STABLE merupakan salah satu kluster perguruan tinggi internasional yang didukung melalui SCOPE-HE (EU-ASEAN Sustainable Connectivity Package-Higher Education Programme), sebuah program yang didanai oleh Uni Eropa dalam kerangka Global Gateway Strategy. Melalui inisiatif ini, perguruan tinggi di Kawasan Eropa dan Asia Tenggara bekerja sama memperkuat Pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi untuk mendukung pengembangan Blue Economy yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh 3 mahasiswa dan satu orang dosen Universitas Borneo Tarakan. Hadir sebagai peserta luring yaitu Alisa Nurhafida, mahasiswa Agroteknologi, dan Taufiq Ahmad Romdoni, S.Pi., M.Si, dosen Manajemen Sumberdaya Perairan sebagai dosen pendamping. Sementara itu kegiatan daring diikuti oleh mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan yaitu Irva Jumriani dan Meilani Fatria.
Institusi yang terlibat dalam kegiatan luring:
Materi pembelajaran Summer School ini dibagi ke dalam ruang kelas dan kunjungan lapang. Pembelajaran yang dilakukan di ruang kelas meliputi pengenalan konsep Blue Economy yang disampaikan oleh Prof. Dr. Raimund Bleischwitz dan Prof. Luky Adrianto. Materi kedua meliputi pendekatan analisis Blue Economy yang disampaikan oleh Dr. Taryono. Kemudian pada hari kedua terdapat kuliah umum oleh Kementerian Kelautan Perikanan dan Kelautan, yang disampaikan oleh Amehr Hakim, S.Pi., M.Si, direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut, dan Badan Perencanaan Nasional (BAPPENAS) oleh Mohamad Rahmat Mulianda, S.Pi., M.Mar. Setelah itu, materi kuliah dilanjutkan dengan pemaparan oleh Rare Indonesia, Blue Alliance, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara. Terakhir, sesi perkuliahan di kelas diisi oleh Dr. Sebastian Ferse yang berbicara tentang penerapan Blue Economy.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan lapangan di sejumlah lokasi di Indonesia, seperti kawasan budidaya perikanan air tawar di Waduk Cirata, industri berbasis Blue Economy di Jawa Tengah, kawasan tambak dan ekosistem mangrove di Demak, serta kegiatan pembelajaran kolaboratif di Pulau Tidung. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengamati secara langsung implementasi nature-based solutions dalam pengelolaan sumber daya perairan dan ekosistem pesisir.
Harapannya, kegiatan Summer Course ini dapat membuka wawasan bagi mahasiswa tentang bagaimana mengembangkan potensi kelautan dan perikanan daerah Kalimantan Utara dalam kerangka konsep Sustainable Blue Economy. Lebih lanjut, keterlibatan UBT dalam program internasional ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama akademik di masa mendatang. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi, khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring akademik global, serta membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


