Buktikan Diri Ke PIMNAS! Tim PKM FPIK UBT Lolos ke Kompetisi Nasional dengan Inovasi Briket Mangrove

Buktikan Diri Ke PIMNAS! Tim PKM FPIK UBT Lolos ke Kompetisi Nasional dengan Inovasi Briket Mangrove

Tarakan, 07 November 2025 – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh keluarga besar Universitas Borneo Tarakan (UBT). Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) berhasil lolos seleksi dan berhak maju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38. PIMNAS yang akan digelar pada tahun 2025 di Universitas Hasanuddin, Makassar, ini menjadi tujuan akhir kompetisi ilmiah mahasiswa terbesar di Indonesia.

Tim yang terdiri dari lima mahasiswa berbakat tersebut adalah Nur Fadillah, Mersi Paingi, Ivinita Yustina Mitang, Marcela Novha, dan Andi Mulani Hardia. Keberhasilan mereka tidak lepas dari bimbingan intensif dosen pembimbing, Dr. Awaluddin., S.Pi., M.Si.

Judul proposal PKM yang sukses menyita perhatian para reviewer dan lolos funding adalah “Inovasi Pengganti Gas Rumah Tangga bagi Masyarakat Pesisir Kota Tarakan Menggunakan Eco Briket dari Limbah Ranting Mangrove”. Proposal ini mengusung solusi nyata atas dua permasalahan sekaligus: kelangkaan dan tingginya harga gas elpiji bagi masyarakat pesisir, serta pemanfaatan limbah ranting mangrove yang sering terbuang dan menumpuk di ekosistem pesisir Kota Tarakan.

“Inovasi ini berawal dari keprihatinan kami melihat kondisi masyarakat pesisir yang masih kesulitan mendapatkan gas elpiji dengan harga terjangkau. Di sisi lain, kami melihat potensi besar dari limbah ranting mangrove yang berserakan. Dari situlah, kami berinisiatif menciptakan eco-briket sebagai energi alternatif yang murah, ramah lingkungan, dan berbahan baku lokal,” ujar Nur Fadillah, selaku ketua tim.

Eco-briket yang mereka kembangkan memanfaatkan ranting-ranting mangrove yang telah mati dan kering. Proses pembuatannya relatif sederhana, mulai dari pengeringan, karbonisasi, pencampuran perekat alami, hingga pencetakan. Hasilnya adalah briket arang yang memiliki nilai kalor tinggi dan dapat digunakan sebagai pengganti kayu bakar atau gas untuk keperluan memasak rumah tangga.

Dr. Awaluddin., S.Pi., M.Si., selaku dosen pembimbing, menyampaikan rasa bangga dan optimisme yang tinggi terhadap capaian anak didiknya. “Lolosnya tim ini ke PIMNAS adalah bukti bahwa mahasiswa UBT, khususnya FPIK, mampu bersaing di kancah nasional. Karya ini tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang sangat nyata bagi masyarakat pesisir Tarakan. Kami akan terus mendampingi dan mempersiapkan mereka untuk tampil maksimal di UNHAS nanti,” tuturnya.

Bapak Dr. Asbar Laga., ST., M.Si selaku Dekan FPIK UBT juga menyambut baik kabar gembira ini. “Ini adalah prestasi yang membanggakan. Semoga keberhasilan tim ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat melalui ilmu yang dipelajari. Seluruh jajaran FPIK UBT akan memberikan dukungan penuh untuk kesiapan tim di PIMNAS.”

Keberhasilan lolos ke PIMNAS 2025 ini menjadi penyemangat bagi seluruh civitas akademika UBT. Tim PKM FPIK kini tengah mempersiapkan diri dengan matang, baik dalam penyempurnaan produk, pembuatan poster, presentasi, hingga geladi resik menghadapi persaingan dengan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia di Makassar tahun depan.

Semoga perjuangan Tim PKM FPIK UBT di PIMNAS nanti membawa hasil yang membanggakan dan mengharumkan nama Universitas Borneo Tarakan di kancah nasional. (KT.07)