Tarakan, 4 November 2025 – Guna menyiapkan calon lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) menyelenggarakan Kuliah Umum dan Pembekalan Calon Yudisiawan/Yudisiawati, Selasa (4/11/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Calon Lulusan Sarjana FPIK UBT” ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa yang akan menjalani prosesi yudisium dengan mentalitas, wawasan, dan pemahaman akademik yang komprehensif.
Acara yang digelar di kampus FPIK UBT ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Prof. Dr. Ir. Petrus Hary Tjahya Soedibya, MS, Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman. Kehadiran profesor ternama ini memberikan nuansa dan perspektif baru bagi para calon yudisiawan.
Dalam pemaparannya, Prof. Petrus Hary menekankan bahwa gelar sarjana bukanlah titik akhir, melainkan gerbang awal untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

“Ilmu yang telah Saudara dan Saudari peroleh di bangku kuliah adalah modal berharga. Tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, keberlanjutan sumber daya, hingga hilirisasi industri perikanan. Seorang sarjana FPIK harus mampu menjadi problem solver, inovator, dan agen pembangunan yang tidak hanya pintar secara teoritis tetapi juga aplikatif di lapangan,” tegasnya.
Beliau juga membagikan kiat-kiat sukses menyongsong dunia kerja, termasuk pentingnya membangun jejaring, menguasai teknologi, dan memiliki mentalitas wirausaha (entrepreneurship) untuk menciptakan lapangan kerja baru di sektor kemaritiman.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh ratusan mahasiswa FPIK UBT dan sebelumnya yang akan segera menjalani proses yudisium. Selain mendapatkan motivasi, mereka juga dibekali dengan teknis mempersiapkan diri berjuang menghadapi kerasnya Hidup bermasyarakat terutama di dunia kerja yang sangat dinamis dan fluktuatif.

Wakil Dekan FPIK UBT Bapak Dr. Ir. Muhamad Roem., S.Kel., M.Si, dalam sambutannya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen fakultas dalam menjaga kualitas dan kompetensi lulusan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan FPIK UBT tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga benar-benar siap secara mental dan intelektual. Mereka adalah duta-duta universitas yang akan terjun ke masyarakat dan dunia industri. Pembekalan dari pakar sekaliber Prof. Petrus Hary diharapkan dapat menginspirasi dan meningkatkan kapasitas mereka,” ujarnya.
Dengan diselenggarakannya kuliah umum ini, FPIK UBT menegaskan kembali dedikasinya untuk menghasilkan lulusan yang profesional, berkarakter, dan mampu bersaing secara global, sekaligus siap mengabdi untuk memajukan sektor perikanan dan kelautan di Indonesia, khususnya kawasan Kalimantan Utara. (KT.07)


